Malaysia - Universitas Nurul Jadid (UNUJA) kembali menguatkan komitmen internasionalnya dengan mengirim empat mahasiswa dalam program pengabdian luar negeri melalui skema Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) tahun 2026 di Malaysia. Program ini berlangsung selama 90 hari, mulai 9 April 2026, di Pondok Pesantren An-Nahdoh di bawah naungan PCI NU Malaysia.
Empat mahasiswa yang diberangkatkan adalah Ismawati dan Siti Mu’allifah dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, M. Asyrof Maulana Ibnu Sulton dari Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, serta Amirah Ilfana Putri dari Program Studi Pendidikan Matematika. Mereka dipilih sesuai kebutuhan kompetensi pesantren mitra agar dapat memberikan kontribusi optimal selama pengabdian.
Wakil Rektor I UNUJA, M. Noer Fadli Hidayat, M. Kom., menegaskan bahwa program ini menjadi sarana pembelajaran di luar kelas. Ia menekankan pentingnya menjadikan pengabdian sebagai proses belajar dan pengembangan diri, bukan sekadar aktivitas mengajar.
Sementara itu, Kepala LP3M UNUJA, Fathor Rozi, M.Pd., menyebut program ini sebagai implementasi tridarma perguruan tinggi yang mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian. Mahasiswa diharapkan mampu mengidentifikasi persoalan di lapangan dan menawarkan solusi berbasis keilmuan.
Apresiasi juga disampaikan Mudir Pondok Pesantren An-Nahdoh, Rijal Jamian, yang berharap kolaborasi ini terus berkembang dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas santri.
Program ini diharapkan memperkuat kapasitas akademik dan sosial mahasiswa sekaligus menjadi jembatan kerja sama pendidikan lintas negara.
Bagi calon mahasiswa yang ingin merasakan pengalaman serupa, segera daftarkan diri melalui pmb.unuja.ac.id.
-
Pewarta : Kangsofy
Foto : Edi
Copyright © HUMAS UNUJA 2026
