Probolinggo – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Nurul Jadid (BEM UNUJA) menjalin kolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Probolinggo untuk mengawal isu perempuan dan anak di Kabupaten Probolinggo. Kolaborasi tersebut disepakati melalui audiensi resmi di Kantor DP3AP2KB Kabupaten Probolinggo, Rabu, (13/5/2026).
Audiensi dihadiri Ketua BEM UNUJA Hedi Firmansyah bersama jajaran kabinet, yakni Menteri Isu Lingkungan Hidup Alghajali, Menteri Luar Negeri Miharul Faiq, dan Staf Kepresidenan Riki Habibi. Mereka diterima langsung Kepala DP3AP2KB Kabupaten Probolinggo, A’at Kardono.
Dalam forum tersebut, Hedi Firmansyah menyoroti tingginya angka pernikahan dini di Kabupaten Probolinggo yang dinilai berdampak pada masa depan generasi, termasuk meningkatnya risiko stunting. Menurutnya, persoalan tersebut membutuhkan penanganan serius dan menyentuh akar masalah melalui edukasi serta pendampingan masyarakat.
“Pernikahan dini bukan hanya persoalan dispensasi kawin, tetapi berkaitan dengan kualitas generasi dan risiko stunting. Karena itu, edukasi di tingkat akar rumput perlu diperkuat,” ujarnya.

BEM UNUJA dalam audiensi dengan DP3AP2KB Kabupaten Probolinggo, Rabu, (13/5/2026).
BEM UNUJA juga menyatakan kesiapan terlibat dalam pendampingan masyarakat, khususnya di desa-desa dengan angka pernikahan dini tinggi. Selain itu, mahasiswa turut mendorong penguatan perlindungan korban kekerasan, evaluasi Sekolah Ramah Anak, serta pendampingan digitalisasi UMKM bagi perempuan rentan.
Kepala DP3AP2KB Kabupaten Probolinggo, A’at Kardono, mengapresiasi inisiatif mahasiswa UNUJA. Menurutnya, kolaborasi bersama mahasiswa menjadi energi baru dalam memperluas pelayanan dan pendampingan masyarakat. Ke depan, kedua pihak berkomitmen menindaklanjuti audiensi melalui rencana aksi bersama dan nota kesepahaman (MoU).
-
Pewarta : Kangsofy
Foto: Firman
Copyright © HUMAS UNUJA 2026
