Probolinggo - Pascasarjana Universitas Nurul Jadid menggelar Studium Generale bertema sinergi pemerintah daerah dan pesantren dalam penguatan pendidikan tinggi untuk mewujudkan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing global, Sabtu, (16/5/2026). Kegiatan berlangsung di Aula I Pondok Pesantren Nurul Jadid, Probolinggo.
Wakil Rektor I Bidang Akademik dan SDM UNUJA, M. Noer Fadli Hidayat, M.Kom., mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas akademik Pascasarjana sekaligus memperluas jejaring kerja sama dengan pemerintah daerah dan lembaga pesantren. Menurutnya, kolaborasi itu penting untuk mendorong lahirnya lulusan yang adaptif dan mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat.
“Pascasarjana UNUJA diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkontribusi terhadap kesejahteraan sosial,” kata Warek I dalam sambutannya.
Rektor UNUJA, Dr. H. Najiburrohman, M.Ag., M.Pd., menilai pendidikan tinggi berbasis pesantren perlu terus diperkuat agar mampu menjawab tantangan global. Beliau menekankan pentingnya inovasi, kolaborasi, dan penguatan karakter dalam mencetak generasi yang kompetitif di tingkat nasional maupun internasional.

Rektor UNUJA , Dr. H. Najiburrohman, M.Ag., M.Pd dalam Studium Generale Pascasarjana di Aula I PP. Nurul Jadid, Sabtu, (16/5/2026).
Narasumber utama kegiatan itu, Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah (LPPD) Provinsi Jawa Timur Prof. Dr. KH. Abd. Halim Soebahar, mengatakan pemerintah Provinsi Jawa Timur saat ini mengarahkan kebijakan pembangunan pendidikan pada peningkatan mutu pesantren melalui dukungan penyelenggaraan pendidikan tinggi.
Menurutnya, pesantren memiliki posisi strategis karena mempunyai akar sosial yang kuat di masyarakat, sumber daya manusia pendidik, serta komitmen terhadap nilai religiusitas dan kebangsaan. Karena itu, sinergi antara PTKIS dan LPPD dinilai penting untuk memperkuat kualitas pendidikan, pengembangan riset, serta pemberdayaan masyarakat berbasis pesantren.
Kegiatan tersebut dihadiri pimpinan universitas, dosen, dan sekitar 160 mahasiswa aktif, termasuk penerima beasiswa LPPD Jawa Timur tahun 2024. Diskusi berlangsung dinamis dengan pembahasan mengenai pengembangan karier lulusan, penguatan riset berbasis pesantren, dan kontribusi akademisi dalam pembangunan daerah.
-
Pewarta : Kangsofy
Foto: Helmi
Copyright © HUMAS UNUJA 2026
