Probolinggo – Suara aba-aba terdengar lantang di tengah terik matahari. Sejumlah anggota Resimen Mahasiswa (Menwa) bergegas menyusun formasi, mengevakuasi korban simulasi, dan memastikan jalur komunikasi darurat berjalan dengan baik. Meski hanya latihan, setiap peserta dituntut bertindak cepat seolah menghadapi kondisi bencana yang sebenarnya.
Suasana tersebut mewarnai kegiatan Tanggap Bencana yang diikuti anggota Menwa se-Jawa Timur di lingkungan Pos TNI AL Paiton dan Lapangan Tembak Paiton, Selasa (2/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Menwa Wirasastri ke-7 dan Mahasurya Jawa Timur ke-62 yang diselenggarakan pada 2–3 Juni 2026 di Universitas Nurul Jadid (UNUJA).
Tidak hanya menerima materi di dalam ruangan, para peserta juga terlibat langsung dalam berbagai simulasi lapangan yang dirancang untuk menguji kesiapsiagaan dan kemampuan bekerja dalam tekanan. Mulai dari komunikasi darurat, evakuasi korban, hingga sistem peringatan dini bencana menjadi bagian dari skenario yang harus dijalankan secara terkoordinasi.
Bagi para anggota Menwa, pelatihan tersebut menjadi pengalaman berharga untuk memahami pentingnya peran relawan dan aparat dalam penanganan bencana. Setiap rintangan yang dihadapi selama simulasi tidak hanya menguji kemampuan fisik, tetapi juga ketepatan mengambil keputusan dalam situasi yang penuh risiko.

Pengarahan kegiatan oleh Kopka Agus dari TNI AL, Selasa (2/6/2026)
Pengarahan kegiatan diberikan oleh Kopka Agus dari TNI AL yang menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi berbagai potensi bencana, khususnya di wilayah pesisir yang memiliki kerawanan tersendiri.
Menurutnya, penanganan bencana membutuhkan respons yang cepat, tepat, dan terkoordinasi. Oleh karena itu, latihan dan simulasi menjadi langkah penting untuk membangun kesiapsiagaan sejak dini.
Melalui kegiatan ini, Menwa se-Jawa Timur tidak hanya memperkuat solidaritas antarsatuan, tetapi juga membekali diri dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk membantu masyarakat ketika menghadapi situasi darurat. Sebab dalam kondisi bencana, kecepatan bertindak sering kali menjadi penentu keselamatan banyak orang.
-
Pewarta : Kangsofy
Foto : Menwa UNUJA
Copyright © HUMAS UNUJA 2026
