Probolinggo – Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Jadid (UNUJA) menggelar seminar internasional bertema “Maqasidi Exegesis and the Discourse on Gender Justice: Between Religious Texts, Social Reality, and the Intellectual Movement of Exegesis Student” di Aula I Pondok Pesantren Nurul Jadid, Probolinggo, Jumat (5/6/2026). Kegiatan ini diikuti lebih dari 200 peserta dari kalangan mahasiswa, alumni, dan masyarakat umum.
Seminar menghadirkan tiga pakar, yakni Prof. Madya Dr. Najmiah Binti Omar dari Universiti Sultan Zainal Abidin Malaysia, Prof. Dr. KH. Abdul Mustaqim dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, serta K. Muhammad Al-Fayyadl, M.Phil., Mudir Ma’had Aly Nurul Jadid. Diskusi dipandu oleh Ahmad Sahidah, Ph.D.
Ketua Prodi IAT FAI UNUJA, Abd. Basid, M.Th.I., menyampaikan bahwa seminar tersebut merupakan bagian dari rangkaian Muktamar Tafsir ke-3 Tahun 2026 yang diselenggarakan Prodi IAT. Selain seminar internasional, agenda juga mencakup Musabaqah Nasional (MUNAS) 2026 dan Upgrading Alumni IAT.

K. Muhammad Al-Fayyadl, M.Phil dalam seminar Internasional Tafsir Maqashidi di Aula I PP. Nurul Jadid, Jumat (5/6/2026)
Menurutnya, kegiatan ini menjadi ruang akademik untuk memperkenalkan pendekatan tafsir maqashidi kepada mahasiswa dan alumni dalam membaca isu-isu kontemporer, khususnya keadilan gender. Pendekatan tersebut dinilai mampu menghubungkan teks keagamaan dengan realitas sosial secara lebih kontekstual tanpa mengabaikan tujuan moral, kemaslahatan, dan keadilan sosial yang terkandung dalam Al-Qur’an.
Ketua Panitia, Yongki Pratama, mengatakan seminar ini diharapkan mendorong lahirnya kajian tafsir yang responsif terhadap perkembangan zaman sekaligus memperkuat jejaring akademik dan kontribusi mahasiswa tafsir dalam merespons persoalan keagamaan dan sosial secara kritis. Kehadiran narasumber dari dalam dan luar negeri juga memperkuat dimensi internasional forum ilmiah tersebut.
-
Pewarta : Kangsofy
Foto : Husni
Copyright © HUMAS UNUJA 2026
