AR EN ID

BEM SI Kerakyatan Jatim Petakan Isu Rakyat di Rakerwil UNUJA

WIB. Diakses: 16x. BEM SI Kerakyatan Jatim Petakan Isu Rakyat di Rakerwil UNUJA

Probolinggo — BEM SI Kerakyatan Jawa Timur menjadikan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) di Universitas Nurul Jadid (UNUJA) Probolinggo sebagai momentum memetakan sejumlah persoalan yang akan dikawal mahasiswa. Forum yang berlangsung 5–7 Oktober 2026 itu mengangkat tema “Lembaran Baru BEM SI Kerakyatan Jatim: Mengukuhkan Independensi, Mengakar pada Aspirasi, Mengawal Keadilan untuk Rakyat.”

Pembukaan Rakerwil, Senin (5/10/2026), dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Oka Mahendra Jati Kusuma, SE., MM., perwakilan Pemprov Jawa Timur, Pemkab Probolinggo dan Pemkab Situbondo, unsur Forkopimda, serta jajaran UNUJA.

Wakil Rektor III UNUJA, Prof. Dr. H. Hasan Baharun, M.Pd., mengatakan UNUJA terbuka menjadi ruang pertemuan organisasi dan jejaring nasional. Menurutnya, meski berada di lingkungan pesantren dan wilayah pedesaan, UNUJA terus mengembangkan jejaring hingga tingkat nasional dan internasional.

“Di sini para mahasiswa dipertemukan dengan orang sukses untuk menjadi contoh bahwa sebelum seperti itu mereka juga mahasiswa seperti kalian. Teruslah belajar dan berjejaring,” Ujar Warek III

Presiden Mahasiswa UNUJA sekaligus Koordinator Isu Nasional EBT BEM SI Kerakyatan, Hedi Firmansyah, menyebut pelaksanaan Rakerwil di kampus pesantren memiliki kaitan dengan tradisi pengabdian yang diwariskan KH Zaini Mun’im.

 

BEM SI Kerakyatan Jatim Petakan Isu Rakyat di Rakerwil UNUJA

Pembukaan Rakerwil BEM SI Kerakyatan Jawa Timur di UNUJA, Senin (5/10/2026).

Sementara itu, Koordinator Wilayah BEM SI Kerakyatan Jatim, Moh. Iskil El Fatih, menegaskan mahasiswa tidak boleh menjadi bagian dari pembenaran terhadap kebijakan yang merugikan masyarakat.

“BEM SI Kerakyatan tidak hadir untuk membenarkan kekuasaan. Kita berdiri bersama rakyat,” tegasnya.

Iskil menyebut kelangkaan BBM dan persoalan keadilan dalam Tragedi Kanjuruhan sebagai sejumlah isu yang akan terus dikawal. Ia menegaskan hasil Rakerwil tidak boleh berhenti sebagai dokumen organisasi, tetapi harus diterjemahkan menjadi konsolidasi, audiensi, maupun aksi.

“Setelah Rakerwil ini selesai, justru kita mulai bergerak,” ujarnya.

-

Pewarta : Kangsofy

Foto: Helmi

Copyright © HUMAS UNUJA 2026

KANTOR

Universitas Nurul Jadid (UNUJA)
Karanganyar, Paiton, Probolinggo,
Jawa Timur, Indonesia
Kode Pos: 67291

Lihat Di Peta
Telp 0888 30 77077
Fax 0888 30 77077
unuja@unuja.ac.id

KERJA SAMA

Nasional
Internasional

2026 © PDSI Universitas Nurul Jadid | Sitemap