AR EN ID

Dialog Kemanusiaan BEM UNUJA Soroti Rasisme dan Humanisme Lintas Iman

WIB. Diakses: 24x. Dialog Kemanusiaan BEM UNUJA Soroti Rasisme dan Humanisme Lintas Iman

Probolinggo - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Nurul Jadid (UNUJA) menggelar Dialog Kemanusiaan dan Bedah Buku “Melampaui Warna Kulit” pada Kamis, (8/1/2026), di Aula 1 Pondok Pesantren Nurul Jadid. Kegiatan ini mengusung tema “Konflik Identitas: Telaah Humanisme dalam Bayang-Bayang Dogma dan Rasisme” dan diikuti delegasi mahasiswa lintas perguruan tinggi.

Forum ini dihadiri mahasiswa dari berbagai kampus, antara lain Universitas Nurul Jadid, UIN Sunan Ampel Surabaya, Universitas Islam Jember, Universitas Ibrahimy Situbondo, Universitas PGRI Wiranegara Pasuruan, IAI At-Taqwa Bondowoso, serta sejumlah perguruan tinggi di Probolinggo dan sekitarnya.

Dialog kemanusiaan tersebut bertujuan menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya nilai anti-rasisme sekaligus memperkuat pemahaman teologis yang inklusif dalam perspektif Islam dan Kristen di tengah keberagaman Indonesia.

Buku “Melampaui Warna Kulit” karya Dr. Nurul Huda, M.Fil.I. (Gus Huda), akademisi UNUJA, menjadi fokus utama diskusi. Gus Huda menegaskan bahwa teologi inklusif merupakan fondasi penting bagi kesadaran kemanusiaan universal yang melampaui batas ras, etnis, dan warna kulit.

Dialog Kemanusiaan BEM UNUJA Soroti Rasisme dan Humanisme Lintas Iman

Salah satu peserta dalam sesi tanya jawab pada dialog kemanusiaan BEM-UNUJA, Kamis (8/1).

Pembicara lain yang hadir antara lain Usman Hamid, S.H., M.Phil., Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, yang mengulas akar dan praktik rasisme; Dr. KH. Muhammad Imdad Rabbani yang memaparkan nilai anti-rasisme dalam ajaran agama; serta Ahmad Sahidah, Ph.D., yang mengkaji rasisme melalui perspektif filsafat kritis.

Ketua BEM UNUJA, Hedi Firmansyah, dalam wawancara terpisah menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen mahasiswa untuk menghadirkan ruang dialog yang substantif dan berdampak. Menurutnya, dialog lintas iman dan akademik penting untuk membangun keberpihakan pada nilai kemanusiaan universal. “Mahasiswa tidak boleh abai terhadap persoalan rasisme. Melalui forum seperti ini, kami ingin menegaskan peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang mendorong keadilan, kesetaraan, dan toleransi,” ujarnya.

Acara berlangsung interaktif dan diharapkan menjadi kontribusi nyata mahasiswa dalam memperkuat nilai persatuan, toleransi, dan kemanusiaan di Indonesia.

-

Pewarta : Kangsofy

Foto : BEM-UNUJA

Copyright © HUMAS UNUJA 2026

KANTOR

Universitas Nurul Jadid (UNUJA)
Karanganyar, Paiton, Probolinggo,
Jawa Timur, Indonesia
Kode Pos: 67291

Lihat Di Peta
Telp 0888 30 77077
Fax 0888 30 77077
unuja@unuja.ac.id

KERJA SAMA

Nasional
Internasional

2026 © PDSI Universitas Nurul Jadid | Sitemap